SULUT, TS – Kebijakan pembatasan ponsel dan media sosial bagi pelajar di sekolah mendapat perhatian khusus dari Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, Cindy Wurangian.
Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut pada Senin (11/5/2026), Cindy menyoroti bagaimana implementasi aturan tersebut di lapangan, khususnya di era gempuran teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).
Ia menilai, integrasi teknologi dalam sektor pendidikan memang keniscayaan. Kendati begitu, ia mewanti-wanti agar ketergantungan pada AI tidak mengikis daya kritis para siswa.
“Pembatasan media sosial bagi anak itu seperti apa penerapannya. Bagaimana mengatur agar tetap seimbang, karena dengan kemajuan teknologi murid bisa menggunakan AI, tetapi kemampuan berpikir kritis mereka juga harus tetap terlatih, jangan hanya bergantung pada AI,” tegas Cindy dalam rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Sulut.
Merespons hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Femmy Suluh, memaparkan bahwa langkah taktis telah diambil sejak awal Januari 2026 lewat koordinasi dengan pihak terkait.
Alhasil, Dikda Sulut resmi mengeluarkan surat edaran yang diperkuat oleh instruksi gubernur guna membatasi pemanfaatan gawai dan medsos di area sekolah.
“Kami sudah membuat surat edaran dan diperkuat instruksi gubernur terkait pembatasan media sosial di sekolah. Namun jika ada kebutuhan pembelajaran, handphone tetap dapat digunakan,” jelas Femmy Suluh.
Langkah ini diambil lantaran masih maraknya aktivitas bermedia sosial di kalangan siswa yang tidak ada hubungannya dengan proses belajar-mengajar.
Guna mengimbangi pembatasan gawai, Dikda Sulut kini lebih intensif mengasah kemampuan berpikir kritis siswa melalui inovasi metode pembelajaran dan program pengembangan potensi diri.
“Supaya anak-anak tidak bermain handphone saat jam istirahat maupun setelah pulang sekolah, kami juga memperkuat kegiatan ekstrakurikuler,” tambahnya.
Sebagai solusi atas kebutuhan mendesak, pihak sekolah tetap membuka jalur komunikasi darurat dengan mengoptimalkan kontak wali kelas atau wali siswa.
